Wah, akhirnya Pak Budi memberi tugas lagi. Sudah lama saya tidak membuka blog saya yang ini. Kali ini Pak Budi memberi tugas tentang NUMBER aka angka. Ayo siapa yang tidak kenal dengan angka? Sudah tahu kan angka itu apa. Itu tuh yang 0,1,2,3,4,5,6,,7,8,9. Nah tapi di sini saya akan lebih menjelaskan apa arti angka dan penggunaannua bagi engineer. Sebenarnya tidak hanya bagi engineer, sih. Tapi juga dalam pengguanaannya bagi penulisan suatu karya ilmiah, laporan, dan lain-lain yang melibatkan angka secara ilmiah.karena dalam penulisannya sangat membutuhkan ketepatan.
Kenapa angka begitu penting bagi engineer? Karena bagi engineer angka itu adalah sesuatu yang mampu memutuskan sesuatu yang lebih besar. Atau dalam bahasa gampangnya, angka itu lah yang membuat sebuah keputusan.
Naha karena pada dasarnya ada dasar penulisan angka pada tiap Negara, tapi mungkin kita lebih mengenal 2 bentuk standar dalam penulisan angka. Yang satu dari AS dan yang satu lagi dari Eropa. Namun demi kepentingan ilmiah maka dibuat suatu konvensi International dalam penulisan angka.
Bentuk AS
1,258.6
Bentuk Eropa
1.258,6
Hasil konvensi
1 258.6
Dan dalam penulisan suatu angka yang sangat besar misalnya bilangan Avogrado
602213670000000000000000
Dapat dituliskan menjadi
6.0221367 x 1023
Dalam penulisan suatu bilangan yang berada antara 0 sampai denagn 1 ( 0 < x < 1 ) maka harus dituliskan dengan menyertakan sebuah angka nol di bilanga tersebut.
.593 Salah
0.593Benar
Nah setelah kita lihat cara penulisan angka yang benar mari sekarang kita lihat ke bagian cara penaentuan angka ketidaktelitian. Kenapa ini penting? Karena misalnya kita mengukur panjang suatu tali dengan suatu mistar aluminium di daerah tropis dengan daerah kutub panjang aluminum akan berubah. Dengan itu pula skala mistar pun akan berubah maka dibutuhkan tetapan angka seberapa jauh kesalahan itu mungkin terjadi.
Berikutnya yang akan saya bahas mengenai angka adalah aturan angka penting. Pertanyaannya adalah seberapa banyak angka penting yang dibutuhkan. Nah sebenarnya dalam banyak pengukuran sudah cukup tepat dengan 3 angka penting denga 2 angka sebagai angka yang sudah pasti dan 1 digit terakhir sebagai angakai yang memiliki kesalahan.
Sedangkan untuk sebuah estimasi, sudah cukup menggunakan 2 angka penting. Dan apabila suatu pengukuran dilakukan dengan suatu alat yang sangat teliti maka dalam penulisannya akan menggunakan empat atau lebih aturan angka penting.
Lebih lanjut dalam penulisan aturan angka penting kita bias menggunakan aturan sebagai berikut:
Angka penting adalah suatu angka yang akurat walaupun digit terkahir memiliki nilai kesalahan tertentu.
Angka nol yang berada di depan suatu angka untuk bilangan decimal (mis. 0.0000342) tidak dihitung sebagai angka penting
Nah itulah yang bisa diberikan dari angka dengan segala hal yang penting bagi kita-kita nih...c u on the next assignment...
Senin, 05 November 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar